MAKASSAR– Pementasan teater rakyat Sulawesi Selatan bertajuk “Legenda Nene Mallomo (Sang Penegak Keadilan dan Kejujuran di Tanah Sidenreng) berlangsung meriah di Auditorium Hasanuddin LAN RI Makassar, Ahad (24/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pertunjukan yang mengangkat kisah tokoh legendaris Bugis, Nene Mallomo, tersebut sukses memukau penonton melalui pesan moral tentang kejujuran, keberanian, dan keadilan yang hingga kini masih relevan dalam kehidupan masyarakat.

Pementasan ini melibatkan sekitar 90 pemain dan pendukung, yang semuanya merupakan siswa Kelas III SD Islam Athirah Bukit Baruga.

Dengan penuh semangat dan antusiasme, para siswa menampilkan adegan-adegan dramatik yang menggambarkan keteguhan sikap Nene Mallomo dalam menegakkan hukum dan kebenaran di tanah Sidenreng Rappang.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut berlangsung hangat dan mendapat apresiasi tinggi dari tamu undangan maupun orang tua siswa yang hadir menyaksikan pertunjukan budaya tersebut.

Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga, H. Syamril, ST., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa pihak sekolah berharap para siswa mampu mewariskan nilai-nilai budaya Bugis, terutama tentang kejujuran, keadilan, attitude, serta ketangguhan fisik dan mental.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin besar di masa mendatang, sehingga para siswa tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter dan akhlak.

Sementara itu, Kepala SD Islam Athirah Bukit Baruga, Taswil Mardi, S.Pd., memberikan motivasi kepada para siswa yang terlibat dalam pementasan.

“Anak-anak hebat bukan hanya tumbuh dengan ilmu, tetapi juga dengan rasa, rasio, dan ruh yang baik.
Rasa membentuk empati dan kepedulian, rasio menuntun cara berpikir yang cerdas, dan ruh menjaga hati agar tetap berakhlak. Semua itu akan indah jika dihiasi dengan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh siswa, guru, dan tim produksi yang telah menyukseskan pertunjukan budaya tersebut.

Hal yang menjadi perhatian khusus dalam pementasan ini adalah kehadiran Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, beserta jajaran pemerintah daerah yang datang khusus menyaksikan pertunjukan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sidrap turut memberikan testimonial dan apresiasi terhadap upaya pelestarian budaya lokal melalui seni pertunjukan teater. Menurutnya, kisah Nene Mallomo merupakan warisan budaya Bugis yang sarat nilai pendidikan karakter, khususnya tentang pentingnya kejujuran dan keadilan bagi generasi muda.

Melalui pementasan ini pula, penonton diingatkan pada falsafah Bugis yang berbunyi:
“Resopa Temmangingi Namalomo Naletei Pammase Dewata”
yang berarti:
“Usaha dan kerja keras yang sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah akan mendatangkan rahmat dan berkah dari Tuhan.”

Pementasan teater rakyat ini disutradarai oleh Djamal April Kalan, salah satu pengurus Dewan Kesenian Sulawesi Selatan, yang selama ini dikenal sebagai aktor teater dan penggiat seni yg aktif mengangkat tema-tema budaya lokal Sulawesi Selatan ke dalam karya seni pertunjukan.
Melalui pementasan “Legenda Nene Mallomo”, diharapkan generasi muda tidak hanya mengenal cerita rakyat daerahnya, tetapi juga mampu meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur Bugis-Makassar.(#)